Jurnal Pegolahan dan Sumberdaya Akuatik http://mail.journal.unucirebon.ac.id/index.php/jpsda <p><strong>Jurnal Pengolahan dan Sumberdaya Akuatik (JPSDA)</strong> adalah jurnal yang diterbitkan LPPM UniversitasNahdlatul Ulama Cirebon , yang mencakup bidang perikanan baik itu mengenai bahan baku, proses pengolahan, dan sumberdaya akuatik. Terdaftar di PERPUSNAS dengan [e-ISSN <a title="ISSN" href="https://issn.perpusnas.go.id/terbit/detail/20260314461949600">3124-9159</a>]. JPSDA diterbitkan 2 kali dalam setahun yaitu bulan<strong> Februari </strong>dan <strong>Agustus</strong></p> LPPM UniversitasNahdlatul Ulama Crebon id-ID Jurnal Pegolahan dan Sumberdaya Akuatik 3124-9159 ANALISIS KARAKTERISTIK SEDIMEN DASAR DAN HUBUNGANNYA DENGAN KONDISI ARUS DI PANTAI KAISOMARU, KECAMATAN DUMBO RAYA, KOTA GORONTALO http://mail.journal.unucirebon.ac.id/index.php/jpsda/article/view/2443 <p>Penelitian ini dilakukan di Pantai Kaisomaru, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo pada tanggal 6 Mei 2026 dengan tujuan menganalisis karakteristik sedimen dasar serta hubungannya dengan kondisi arus dan parameter lingkungan perairan. Pengambilan sampel dilakukan di tiga stasiun menggunakan metode survei lapangan dan analisis laboratorium untuk mengetahui komposisi ukuran butir dan massa jenis sedimen, serta mengukur kecepatan arus, suhu, salinitas, derajat keasaman, dan kecerahan air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sedimen didominasi oleh fraksi pasir kasar yang persentasenya meningkat dari 44% di Stasiun 1, menjadi 63% di Stasiun 2, hingga mencapai 83% di Stasiun 3, sementara fraksi pasir sedang menurun berturut-turut dan pasir halus hanya ditemukan sedikit di Stasiun 1. Kecepatan arus bervariasi antara 0,008 m/s hingga 0,028 m/s dengan nilai tertinggi di Stasiun 2, dan massa jenis sedimen berkisar antara 219,4 g/cm³ hingga 658 g/cm³ di mana nilai tertinggi terdapat pada Stasiun 2. Terdapat hubungan berbanding lurus yang erat antara kekuatan arus dan suhu air dengan ukuran butiran sedimen; semakin tinggi energi hidrodinamika, semakin kasar sedimen yang tertinggal karena material halus terangkut menjauh, yang menegaskan bahwa pola sebaran sedimen di kawasan ini sepenuhnya dikendalikan oleh dinamika fisika perairan dan berfungsi sebagai daerah pengendapan material berukuran kasar hingga sedang.</p> Farida Syahputri Faizal Kasim Nurqadri Syaia Bakti Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pegolahan dan Sumberdaya Akuatik 2026-10-18 2026-10-18 1 02 01 07 Analisis Keanekaragaman Dan Kelimpahan Plankton Di Perairan Kaisomaru, Leato Selatan, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo http://mail.journal.unucirebon.ac.id/index.php/jpsda/article/view/2458 <p>Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April 2026 di wilayah pesisir Kaisomaru, Desa Leato Selatan, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo, pada tiga lokasi pengambilan data yang ditentukan berjarak sekitar 100 meter satu sama lain, di mana sampel air disaring memakai jaring plankton. Hasil pengamatan mencatat 19 jenis fitoplankton dari tiga kelas <em>Bacillariophyceae</em>, <em>Dinophyceae</em>, dan <em>Cyanophyceae</em> dengan <em>Bacillariophyceae</em> paling banyak dijumpai di seluruh lokasi, populasi total mencapai 223 individu dengan <em>Aulacoseira</em> sebagai genus paling melimpah (21 individu), serta indeks Shannon-Wiener (H') pada Lokasi 1 dan 3 berada pada kategori sedang-tinggi (2,8) disertai kemerataan tinggi (mendekati 1) dan dominasi rendah (0,1), berbeda dengan Lokasi 2 yang menunjukkan keanekaragaman jauh lebih rendah (0,4) sebagai indikasi gangguan ekologis, sementara seluruh parameter fisik-kimia masih berada pada rentang yang menunjang kehidupan fitoplankton (suhu 30,9–31°C, salinitas 34–35‰, pH 7,3–7,6, kejernihan 70–80 cm) dengan pH dan kejernihan tertinggi tercatat di Lokasi 3 yang sejalan dengan keanekaragamannya yang juga paling baik, di mana analisis Principal Component Analysis (PCA) semakin mempertegas keterkaitan antara pola struktur komunitas fitoplankton dan faktor lingkungan pada tiap lokasi, sehingga secara keseluruhan perairan Kaisomaru dapat disimpulkan masih tergolong subur meski kualitas lingkungannya bervariasi antarlokasi dengan indikasi tekanan aktivitas manusia khususnya di Lokasi 2, yang menegaskan perlunya pengawasan kualitas air secara berkala dan berkelanjutan di kawasan tersebut.</p> Dian Pakaya Nurqadri Syaia Bakti La Nane Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pegolahan dan Sumberdaya Akuatik 2026-08-31 2026-08-31 1 02 08 13